Desa adalah kesatuan masyarakat hukum dengan penyelenggaraan rumah tangga berdasarkan hak asal-usul dan adat istiadat yang diakui oleh pemerintah pusat dan berkedudukan di dalam wilayah kabupaten daerah.
Secara etimologis kata desa berasal dari bahasa sansekerta, yaitu deca yang diartikan sebagai tanah air, kampung halaman, atau tanah kelahiran. Secara geografis, desa atau village yang diartikan sebagai “a groups of houses or shops in a country area, smaller than and town“.
Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di bawah kabupaten kecil dalam pemerintahan provinsi atau kota, yang dikepalai oleh kepala desa atau Peratin.
Desa adalah kumpulan dari beberapa unit pemukiman kecil dengan nama berbeda yang dikenal sebagai kampung, Pekon, Tiuh, Dusun, padukuhan dan udik untuk Banten, Jawa Barat, Papua Barat, Papua, Jawa Tengah dan Jawa Timur dan Yogyakarta atau Banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat), Lembang (Toraja), dan juga Lampung.
Kepala desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya: Kepala Desa, Peratin, Kakon atau Petinggi, dan sebagainya di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, Lampung dan Kuwu di Cirebon, Hukum Tua di Sulawesi Utara.
https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-1971350566057548&output=html&h=280&slotname=2758228617&adk=358239548&adf=1148841506&pi=t.ma~as.2758228617&w=600&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1692367818&rafmt=1&format=600×280&url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fliterasi%2Fpengertian-desa%2F&fwr=0&fwrattr=true&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTQuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTE1LjAuMTkwMS4yMDMiLFtdLDAsbnVsbCwiNjQiLFtbIk5vdC9BKUJyYW5kIiwiOTkuMC4wLjAiXSxbIk1pY3Jvc29mdCBFZGdlIiwiMTE1LjAuMTkwMS4yMDMiXSxbIkNocm9taXVtIiwiMTE1LjAuNTc5MC4xNzEiXV0sMF0.&dt=1692367817359&bpp=3&bdt=976&idt=1228&shv=r20230816&mjsv=m202308100101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&prev_fmts=0x0%2C600x280%2C600x280%2C600x280&nras=1&correlator=2720203251098&frm=20&pv=1&ga_vid=39849478.1692367818&ga_sid=1692367818&ga_hid=755609607&ga_fc=1&u_tz=420&u_his=4&u_h=1080&u_w=1920&u_ah=1032&u_aw=1920&u_cd=24&u_sd=1&dmc=8&adx=460&ady=3974&biw=1850&bih=961&scr_x=0&scr_y=1153&eid=44759876%2C44759927%2C44759837%2C31077148%2C44799579&oid=2&pvsid=3835908674950718&tmod=1092026889&wsm=1&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F&fc=1920&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1920%2C0%2C1920%2C1032%2C1865%2C961&vis=1&rsz=%7C%7CeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=128&bc=31&ifi=5&uci=a!5&btvi=1&fsb=1&xpc=76eFWTybMf&p=https%3A//www.gramedia.com&dtd=1234
Selain penyebutan yang berbeda, para ahli juga mendefinisikan desa dengan berbagai pengertian. Berikut deskripsinya:
Istilah desa menurut Prof Drs. Widjaja, dalam bukunya yang berjudul “Pemerintah Desa/Marga”, menyatakan bahwa desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang susunan aslinya berdasarkan hak-hak awal yang istimewa. Gagasan dasar pemerintahan desa adalah keberagaman, partisipasi, otonomi sejati, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat.